Warga Minta Pamkot Serang Menindak Pedagang Kaki Lima Yang Rebut Trotoar

Warga Minta Pamkot Serang Menindak Pedagang Kaki Lima Yang Rebut Trotoar

Renovasi di Jalan Kho Tarnaya oleh Pemerintah Kota Serang awalannya disambut baik oleh warga setempat, mengingat keluhan bakal suasana jalur yang rusak dan sering berlubang.

Namun, kini, trotoar yang semestinya menjadi layanan penunjang keamanan dan kenyamanan pejalan kaki di kawasan tersebut terabaikan. Sebaliknya, kini trotoar justru penuh hiruk-pikuk para pedagang kaki lima.

Trotoar semestinya miliki manfaat utama sebagai jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman. Selain itu, trotoar terhitung diharapkan dapat menunjang estetika kawasan dan memberi tambahan area bagi pejalan kaki untuk beraktivitas bersama dengan lebih leluasa.

Dengan dibangunnya kembali trotoar di Jalan Kho Tarnaya, pemerintah Joker123 setempat meminta untuk memberi tambahan layanan yang lebih baik kepada warga kota.

Namun, harapan tersebut kini terancam oleh ulah para pedagang kaki lima yang mengambil alih alih trotoar sebagai area berdagang.

Trotoar yang semestinya bersih dan tertata rapi kini dipenuhi oleh banyak variasi lapak dagangan, jadi dari penjual makanan sampai pedagang lainnya. Akibatnya, manfaat utama trotoar sebagai jalur aman pejalan kaki terabaikan.

Dewi, salah satu warga kota berusia 20 tahun, mengungkap kekesalannya terhadap suasana ini. Menurutnya, trotoar yang semestinya menjadi area nyaman bagi pejalan kaki kini menjadi tidak tertata dan tidak cukup estetis.

“Saya sebagai warga benar-benar terganggu gara-gara tidak cukup pas di mata, menjadi tidak rapih dan cantik,” ujarnya.

Kondisi Setelah Renovasi

Tidak hanya itu, keberadaan pedagang kaki lima di trotoar terhitung merugikan kantor-kantor yang berada di kurang lebih area tersebut. Dewi menyampaikan keprihatinannya tentang sulitnya akses bagi pengunjung atau pembeli yang mendambakan mendekati kantor-kantor.

“Kasihan serupa lembaga yang tersedia di sana, menjadi para pengunjung atau pembeli menjadi terkendala yang mendambakan pergi ke kantor itu,” tambahnya.

Fungsi trotoar yang semestinya menjadi pelengkap dan penunjang kehidupan kota kini malah terabaikan. Keberadaan pedagang kaki lima menciptakan kemacetan di kurang lebih trotoar, gara-gara pembeli yang parkir sembarangan, menambah risiko kecelakaan bagi pejalan kaki yang terpaksa harus melewati jalur raya.

Dewi meminta pemerintah Kota Serang langsung mengambil alih cara tegas untuk menanggulangi kasus ini.

“Harapannya sih buat pemerintah kemungkinan sediakan area atau area spesifik nih buat para pedagang kaki lima itu, dan jika dapat selamanya cek controlling lah ya sehingga pedagang kaki limanya terhitung engga tersedia yang bandel,” harap Dewi.

Dia meminta sehingga trotoar yang sudah dibangun tidak kembali menjadi area yang kacau layaknya sebelumnya dan para pejalan kaki dapat menikmati layanan bersama dengan aman dan nyaman.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *