Sejarah Pura Lingsar

Masih di sekitar Nusa Tenggara Barat, Kali ini saya akan memberikan penjelasan tentang Tempat Wisata Bersejarah di NTB yang bernama Pura Lingsar secara singkat. Bagi kalian yang penasaran, di dalam artikel ini saya akan menjelaskan tentang sejarah dari pura lingsar yang menarik untuk di pelajari. Selamat Membaca!

sejarah pura lingsar

Sejarah Pura Lingsar

Pura Lingsar memang merupakan salah satu pura terbesar yang ada di lombok dan banyak pula di kunjungi oleh wisatawan. Sejarah Pura Lingsar ini sebagai yang terbesar di Lombok telah ada sejak tahun 1741 yang di bangun oleh raja darah daging Ketut Karangasem. Selain itu Pura Lingsar ini merupakan federasi antara nilai ajaran Hindu dan Islam Wete Telu.

Sejarah Pura Lingsar di mulai saat perjalanan orang bali datang ke lombok yang Jumlahnya di perkirakan sekitar 80 orang. Kemudian perjalanan mereka terhenti karena lapar dan haus. Setelah rombongan selesai makan dan minum, kemudian mereka mendengan suara gemuruh yang berasal dari semuah sumber mata air.

Sesuai keyakinan agama hindu yang mereka anut, rombongan tersebut mandapatkan wahyu untuk membangun pura tersebut yang saat ini dikenal dengan Pura Lingsar. Selain itu Sejarah Pembangunan Pura Lingsar oleh Raja Ketut Karangasem di maksudkan untuk menyatukan secara batin manyarakat sasak dengan masyarakat Bali.

Bangunan

Pura Lingsar memiliki luas sebesar 26 hektar yang menunjukkan harmonisasi antara agama Islam dan Hindu, sehingga ritual 2 agama dapat berjalan berdampingan tanpa gangguan apapun. Kemudian sebagai simbol untuk menjaga kesucian pura lingsar, makan para pengunjung di haruskan untuk memakai selendang kuning sebagai tanda penghormatan.

Sebelum memasuki area dalam Pura Lingsar, kamu akan melewati sebuah taman dan kolam kembar yang di penuhi dengan teratai daun sehingga menambah keindahan dalam pura tersebut. Selain itu di area dalam pura lingsar terbagi menjadi tiga bangunan utama yaitu Gaduh, Kemaliq dan Pesiraman.

Gaduh merupakan tempat suci bagi umat hindu yang terdapat empat percabangan yang melambangkan Dewa-dewa yang menghuni 2 Gunung. Kemudian Jika kamu menuruni tangga yang berada di depan gaduh, kamu akan menemui pintu masuk menuju kemaliq. Bangunan Kemaliq merupakan tempat suci bagi pemeluk Islam Wetu Telu, dan pemeluk Hindu juga diperbolehkan beribadah di tempat ini. Bangunan yang terakhir yaitu Pesiraman. Pesiraman adalah tempat untuk membasuh dan menyucikan diri dan air dari pancuran-pancuran tersebut di percaya bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

Lokasi

Untuk Lokasinya Pura Lingsar berada di Desa Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Kecamatan Narmada, Nusa Tenggara Barat. Untuk rute yang harus kamu tempuh cukup mudah yaitu dengan menempuh jalur Mataram – Cakranegara – Selagalas – Lingsar. Pura Lingsar terletak sekitar 8 Kilometer dari Kota Mataram dengan waktu perjalanan sekitar 20 Menit.

Akhir Kata

Nah itu dia beberapa penjelasan singkat tentang sejarah pura lingsar yang wajib kamu ketahui. Jika kalian suka dengan artikel ini jangan lupa berikan komentar anda di bawah ya! Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, Semoga bermanfaat sekian dan terima kasih!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.