Sejarah Desa Todo

Mengenai tempat wisata bersejarah di NTT, Nusa Tenggara Timur mempunyai desa tertua bernama Desa Todo atau kampung Todo. Sejarah Desa Todo pun menarik untuk kita ketahui. Maka dari itu dalam artikel ini saya akan membahas tentang Sejarah Desa Todo yang wajib kamu ketahui. Selamat membaca!

Sejarah desa todo

Sejarah Desa Todo

Desa Todo adalah adalah pusat Pemerintahan kerajaan manggarai yang lokasinya terletak di kaki Gunung Anak Ranaka. Sedangkan Manggarai sendiri pun merupakan kerajaan terbesar yang menguasai pulau flores yang sebelum akhirnya di haruskan pindah ke kota Ruteng karena invasi Belanda.

Selain itu, ahli sejarah baik dalam maupun luar negeri bolak balik datang ke Desa Todo untuk meneliti lebih lanjut mengenai seberapa besar Kerajaan Manggarai pada saat masih berkuasa. Desa Todo saat itu menjadi salah satu dari tiga komunitas masyarakat terbesar di flores. Selain Bima dan Gowa, punya andil besar dalam pembentukan kesatuan Kerajaan Manggarai di sini.

Hadirnya rumah Niang atau Mbaru Niang adalah salah satu bukti kebesaran Raja Todo terhadap kerajaan Manggarai. Rumah tersebut memiliki bentuk kerucut pada bagian atap sehingga rumah adat ini cukup mencuri perhatian dunia, saat dinobatkan sebagai salah satu kandidat peraih Penghargaan Aga Khan untuk Arsitektur tahun 2013 dari UNESCO. Selain itu, Rumah Niang Todo menyimpan sebuah gendang kulit manusia yang cukup sakral di dalamnya. Hal ini lah yang mampu menceritakan asal usul kerajaan manggarai di Desa Todo.

Rebutan Tiga Raja

Sesuai dengan kisah yang saya jelaskan, gendang tersebut terbuat dari kulit perut seorang wanita cantik yang menjadi perebutan antara tiga raja, Gowa, Bima dan Todo. Bukan hanya sekedar cantik saja, wanita ini juga memiliki beberapa keahlian khusus yang membuat ketiga raja ini jatuh cinta.

Konflik pun berlangsung cukup lama antara tiga raja ini dengan banyak korban masyarakat berjatuhan. Demi menghentikan pertumpahan darah, Raja Todo mengajukan sebuah kesepakatan kepada kedua raja tersebut yang berisi, siapa saja yang dapat menangkap wanita ini dan menikahinya, niscaya dia akan menjadi Raja Manggarai.

Dan benar saja, Raja Todo pun mengejar dan berhasil menangkap wanita tersebut di Desa Ndoso. Sayangnya, saat raja mengungkapkan keinginannya untuk menikahi, wanita ini justru menolak. Namun, demi mengakhiri konflik, Raja Todo membunuh wanita tersebut dan membawa kulit perutnya kembali ke Desa Todo yang kemudian menjadi sebuah gendang.

Lokasi Desa Todo

Nah sesudah kita membahas tentang sejarah desa todo, Pasti kalian ada minat untuk mengunjunginya bukan? Bisa dibilang perjalanan menuju Desa Todo ini memang cukup panjang dan melelahkan tetapi itu semua terbayar saat kamu sudah sampai di desa Todo. Tidak hanya tumah, di desa tersebut juga ada Gereja yang atapnya juga dari Ijuk. Sesampainya kamu di Desa Todo, kamu akan di sambut dengan ramah oleh penduduk Desa Todo dan di suguhi secangkir kopi Manggarai yang nikmat. Selain itu, sebelum masuk ke kawasan desa todo kamu harus memakai kain khas Todo untuk memasuki area rumah.

Akhir Kata

NAh itu dia beberapa penjelasan tentang Sejarah Desa Todo. Jika kalian suka dengan artikel ini, jangan lupa berikan pendapat kalian di kolom komen ya! mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, Semoga bermanfaat sekian dan terima kasih!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.